Kemunculan Kampus Di Luar Domisili

Semakin bertambahnya penduduk, semakin dibutuhkan pula pendidikan berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. Kondisi menjadikan Perguruan Tinggi alias Universitas memiliki tanggung jawab untuk menyediakan dan mengakomodasi pendidikan tingkat lanjut bagi masyarakat kita. Keterbatasan kuota mahasiswa di universitas, ditambah dengan seleksi masuk yang ketat menjadikan jumlah anak Indonesia yang mampu melanjutkan hingga ke jenjang universitas terhitung sedikit. Saya sempat membaca, hanya sekitar 30% anak di Indonesia yang bisa melanjutkan pendidikannya hingga jenjang kuliah (sumber).

Muncullah program Pendidikan Di Luar Domisili (PDD). Gampangnya sih ada kuliah UGM di Jakarta padahal UGM itu kampusnya di Jogja, muncul juga kuliah ITB di Bekasi padahal ITB itu kan di Bandung, lalu ada kampus Universitas Airlangga di Banyuwangi padahal Unair itu di Surabaya. Lantas apa sih tujuannya PDD?

Penyelenggaraan PDD berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Program Studi di Luar Domisili Perguruan Tinggi (sumber).

Didalam Permen tersebut sudah dijelaskan secara jelas bagaimana universitas bisa membuka PDD. Salah satu syarat mutlaknya adalah perguruan tinggi penyelenggara program studi di luar domisili telah memperoleh akreditasi A untuk program studi yang sama di domisili perguruan tinggi tersebut; kemudian yang tidak kalah penting adalah penyelenggaraan program studi di luar domisili didukung oleh pemerintah daerah kabupaten/kota setempat.

Berikut sedikit ringkasan yang saya peroleh dari internet untuk kampus-kampus mana yang sudah menyelenggarakan PDD dengan kualitas yang bagus.

Jenjang S1 dan Diploma

1.PDD Universitas Airlangga Banyuwangi (sejak 2014)

PDD Unair di Banyuwangi menerima mahasiswa baru sejak Tahun 2014 dengan empat prodi S1, yaitu Akuntansi, Budi daya Perairan, Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Hewan. Selain mendapat dukungan penuh dari pemkab, PDD Unair Banyuwangi juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Tidak ada bedanya antara Unair Banyuwangi dan Surabaya. Ini bukan ‘second class’, tetapi Unair yang berstandar sama dengan kampus utama. Kami sudah ‘all out’ untuk memastikan penyelenggaraan PDD Unair di Banyuwangi semakin berkualitas, termasuk rekrutmen mahasiswa melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri,” imbuh Tjitjik. (sumber)

Bahkan kedepan PDD Unair Banyuwangi ini didorong untuk membuka jurusan Pendidikan Dokter, hingga rencana pembukaan jenjang S2 untuk program studi Kebijakan PublikIlmu Hukum dan Pengembangan Suber Daya Manusia (PSDM) (sumber).

Pemkab Banyuwangi datang dipimpin langsung Bupati Abdullah Azwar Anas. “Kami ingin memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Banyuwangi. Makanya kami kembangkan PDD Unair Banyuwangi dengan membuka S2,” kata dia usai MoU. (sumber)

2.Kampus swasta Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) milik ITB, Sinarmas Group dan Pemkab Bekasi (sejak 2011)

Untuk kampus ITSB pada dasarnya adalah kampus swasta, hanya saja dengan dengan hasil kerjasama kemitraan antara ITB, Sinarmas dan Pemkab Bekasi menjadikan kampus ini memiliki beberapa keunggulan,

  • Keunggulan akademi, yaitu ITSB merupakan Feeder University bagi ITB yaitu mahasiswa ITSB yang berprestasi prima dapat melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai mahasiswa ITB dan lulus sebagai sarjana ITB (sumber).
  • Keunggulan Jaminan Bekerja. Semua lulusan ITSB dijamin bekerja. Penjamin adalah Sinarmas Group. Dengan adanya 6 devisi usaha dan lebih dari 300 unit usaha, Sinarmas memerlukan ribuan tenaga kerja setiap tahunnya. Lulusan ITSB yang mempunyai kualitas di atas rata-rata dijamin langsung bekerja diunit usaha Sinarmas Group (sumber).
  • Tersedianya beasiswa, dan beasiswa ikatan dinas (sumber).

Untuk jurusan, tentu saja kampus ini memiliki keunggulan memiliki banyak program studi teknik S1, yaitu Teknik Sipil, Desain Interior, Eksplorasi Tambang, Teknik Perminyakan, Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Lingkungan(S1), Desain Produk Industri, Perencanaan Wilayah dan Kota dan Teknik Arsitektur. Untuk jenjang Diploma tersedia Teknologi Pengolahan Sawit (D3), Teknologi Pengelolaan Batubara(D3), Teknik Pengelasan(D4), dan Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas (D4).

3.PDD IPB di Sukabumi (Baru)

IPB berencana membuka PDD di kota Sukabumi. Adapun jurusan yang akan dibuka adalah Budidaya Perairan (S1 dan Diploma), Ekowisata (Diploma), Teknologi Produksi/Budidaya Peternakan (S1 dan Diploma),Agronomi (S1), dan Ekonomi Pertanian, Sumberdaya dan Lingkungan (S1) (sumber).

4.PDD Universitas Padjajaran di Pangandaran (Baru)

Selain IPB, Unpad juga akan membuka PDD di Kabupaten Pangandaraan. Tiga jurusan di kampus Unpad PDD Pangandaran untuk program strata 1 (S1), diantaranya jurusan Kelautan, Perikanan, dan Manajemen Pariwisata (sumber).

Jenjang S2

1.Program Magister UGM di Jakarta

UGM menyelenggarakan program Magister S2 untuk MM dan Magister Ilmu Hukum.

2.Program MBA ITB Kelas Jakarta

ITB sudah menyelenggarakan program S2 MBA kelas Jakarta

3.Program Magister Hukum Unair Kelas Jakarta

Unair juga memiliki Kelas Magister Hukum di Jakarta.

4.Program Magister dan Doktor Ilmu Hukum Universitas Hasanudin

Badan Diklat Kejaksaan RI menyelenggarakan Pedidikan Magister S2 dan S3 ilmu hukum pidana khusus kelas Kejaksaan RI bekerjasama dengan Unhas, Makassar (sumber).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s