SELAMAT DATANG PRESIDEN RI 2014

Lama yah nggak ngurus blog ini *sapu sapu halaman blog* setelah terkahir posting ternyata bulan Februari dan posisi masih di Pekanbaru. Memang takdir ga ada yang tau. Kemarin penempatan kerja di Pekanbaru bagian Area Spv, alhamdulillah sejak bulan  Maret kemarin saya ditarik lagi ke Head Office dan dimasukkan ke bagian Merchandising Perishable di Jakarta. Lebih deket sama rumah dong jadi lebih enak.

Tanggal 9 Juli sudah berlalu dan 20 Juli juga udah berlalu,hahaaa jadi Pilpres dan tanggal ultah saya juga sudah berlalu. Jadi Indonesia sepertinya sudah memiliki Presiden baru. Kok sepertinya? Iya soalnya salah satu pasangan calon masih memasukkan gugatan ke MK terkait hasil Pilpres kemarin. ah udah biasa sih, namanya pemilu yah apalagi masih main kertas yah yang dengan mudahnya bisa di perbanyak sesuai kebutuhan.

Eh bukan itu sih sebenernya bahasan postingan saya. Saya hanya ingin sedikit menyoroti Pilpres kemarin. Kebetulan saya memilih Pasangan nomor urut 1 alias Pasangan Prabowo-Hatta. Yah udah nggak rahasia lagi dong? Yah sekarang jamannya socmed udah keliatan juga presiden yang didukungnya. Tinggal buka facebook udah rame aja tuh sama saling caci maki pendukung pasangan calon.

Eh, tapi yang menang bukan nomor 1 loh tapi nomor 2. Ya udah sih, ga masalah juga Jokowi-JK yang menang saya ikut berbahagia. Cuma saya sedih aja kenapa di socmed pendukungnya saling caci maki.

Mungin saya telat banget posting beginian dan saya bukan anak yang pinter ngomongin politik. Yah jurusan saya sih emang ILMU POLITIK. Tapi pembahasan politik adalah salah satu gosip yang bikin kepala saya makin pusing. Makin kita bahasan makin asyik tapi saya sendiri hanya bisa ngomongin tanpa bisa ikut campur didalamnya. Secara pekerjaan saya jauh sekali dari dunia politik. Saya bekerja di ritel dan saya berdagang. Tapi saya mau jelasin dulu kenapa pilih pasangan nomor 1.

Saya main aman.

Yup saya jujur mengakui memilih nomor 1 selain karena saran dari keluarga, tapi juga karena saya main aman. Saya sempat melihat beberapa kali debat capres cawapres dan keduanya sangatlah tidak memiliki visi misi yang jelas. Artinya bakalan sama aja kok pasangan 1 atau 2 saya merasa kebijakan yang ada di Indonesia tidak akan berubah signifikan.

Loh kok gitu? Bukannya Jokowi udah terkenal yah punya kinerja yang bagus. Bandingin saya Prabowo yang belum punya pengalaman jadi pemimpin politik (alias kepala daerah).

Well, saya main aman aja sih. Prabowo Hatta didukung penuh sama SBY yang sudah memimpin negara ini selama 10 tahun. 10 tahun bukan waktu yang singkat loh seorang kepala negara memimpin negaranya. Tentu sudah banyak bekas-bekas dan noda-noda SBY yang tertinggal di negara ini. Yah bisa aja noda baik maupun buruk. Pemimpin ga ada yang sempurna pasti mereka punya cacat. Pasti kecacatannya berusaha ditutupi. Dan kemungkinan kalo Prabowo Hatta yang memimpin pasti perubahan yang terjadi tidak akan terlalu besar sebab arah kebijakannya masih dan dan tentunya masih ada intervensi Bapak SBY. Sebab politik pada dasarnya adalah kepentingan.

Kemudian saya tidak mau kecewa. Dari dulu saya ikut pemilu saya selalu memilih pasangan yang sekiranya akan kalah. Loh kok gitu? Iya mungkin saya pengecut. Tapi saya tidak mau kecewa dan berharap banyak pada pemilu. Karena semuanya balik lagi yang maju dalam pemilu adalah boneka. Yang jadi sutradaranya yah udah jelas partai dan orang-orang didalam partai tersebut. SBY adalah Ketua Umum partai sekaligus menjadi presiden. Ringkas saya, SBY adalah sutradara dan boneka untuk dirinya sendiri. Dia jadi aktor utamanya.

Sedangkan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Hhhhmm, kalo Prabowo bisa jadi dia sama seperti SBY sebab Prabowo adalah Ketumnya Gerindera. Tapi ingat, Prabowo pilih Hatta yang notabene punya kedekatan dengan Pak SBY (secara besannya) maka kebijakanya pasti masih ada intervensinya. Tidak mungkin tidak ini politik loh. Memang sih Prabowo tidak gamblang kalau dia bakalan bagi-bagi kursi menteri tapi sudah kelihatan arahnya. Dan saya malah suka dia jujur.

Saya sebenarnya suka dengan Jokowi. Tapi saya takut kecewa. Takut dikecewakan kalau nanti setelah jadi Presiden ternyata kinerja Jokowi tidak sebagus harapan saya. Sebab sudah dari awal saya melihat Jokowi sebagai salah satu ‘harapan bangsa’. Saya takut menjadi kecewa kalau ternyata Jokowi hanya menjadi Boneka untuk Megawati semata. Sudah jelas, kan? Jokowi adalah calon dari Ketua Umum Ibu Mega. Seperti yang saya bilang sebelumnya, kalo boneka dimainkan oleh sutradanya. Sutradara utama adalah Ketua Umum partai, sedangkan boneka adalah calonnya. Kalau sutradara dan bonekanya satu tentu masih bisa jadi aktor utama. Lah ini sutradara dan bonekanya berbeda. Pasti sutradanya akan mengarahkan bonekanya. Apakah boneka bisa melawan? Bisa saja tapi kalau bonekanya melawan tentu boneka akan dianggap seperti kacang lupa pada kulitnya. Yang saya takutkan adalah Jokowi akan menjadi boneka untuk Megawati. Apalagi JK yang sebenarnya dari Partai Golkar, Partainya dengan tegas mendukung Prabowo. Jadi, bisa apa JK?

Saya suka dengan janji Jokowi yang tidak akan membagi-bagikan kursi kabinetnya kepada partai koalisi sebab mereka berkoalisi bebas tanpa syarat. Disinilah ketakutan saya yang lain. Saya takut pemerintahan Jokowi tidak akan se-stabil pemerintahan Pak SBY. Pak SBY saja yang sudah jelas ‘bagi-bagi kursi’ masih ada partai koalisi pendukungnya yang membangkang. Bagaimana kalo mereka secara tegas tidak bersyarat gabung di koalisi. Saya hanya kasihan dan takut Pak Jokowi menjabat sebentar. Lihat saja kasus Bu Risma. Risma yang notabene dari PDIP dan bahkan anggota dewan di Surabaya juga banyak yang berasal dari PDIP masih sering di guncang. Bahkan Ibu Risma sampai tidak kuat dan ingin mundur dari walikota. Itu dalam konteks kecil, sebuah kota. Bagaimana dengan konteks negara yang diwakili oleh anggota dewan yang berasal dari berbagai latar belakang partai tapi tidak ada ikatannya?

Saya kira cukup postingan saya. Saya tetap ikut senang Bapak Jokowi-JK menjadi Presiden pilihan rakyat Indonesia tahun 2014 ini. Kita tinggal tunggu saja bagaimana keputusan MK. Apakah Pak Prabowo-Hatta atau Jokowi-JK yang akan menjadi Presiden 2014. Apa saja bisa terjadi dalam percaturan politik. Hari ini kawan, besok lawan. Begitu pula sebaliknya, hari ini lawan, besok menjadi kawan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri buat kita semua, semoga bisa menjadi rahmat untuk Bangsa Indonesia.

Jangan lupa tetap belanja di Indomaret yahhhhhh🙂

NB : Gambar hanyalah pesan pada kita bahwa jika suatu saat Jokowi memang terpilih menjadi presiden dan janji-janji kampanye tidak semuanya bisa diwujudkan ingatlah gambar diatas. Tapi saya harap Beliau tetap menjadi Pemimpin dengan ketegasan tanpa ragu. Bukan ketegasan karena perintah atasa.

*ga ada maksud menyindir*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s