Killers (Dewasa)

Iseng aja lama ga posting di blog. Kebetulan sekarang posisi gue udah di Pekanbaru.
PE-KAN-BA-RU di PRO-V0N-SI RI-AU alias di Sumatera, dan sudah hampir dua bulan ini meninggalkan Pulau Jawa.
Kebetulan tadi habis nonton film Killers ini. Film asli Indonesia ini bikin inget sama film Modus Anomali. Intinya sih sama film ini menceritaka seorang psikopat yang melampiaskan nafsu membunuhnya dengan membunuh orang-orang.
Banyak yang apresiasi film ini, soalnya ini film kolaborasi dengan sineas di Jepang sono, dan denger-denger film ini juga diputer di luar negeri dan diputer di Sundance Film Festival Bahkan di IMDb pun ratingnya 8.8 buat film ini.
Cuma gue rasa kecewa sih sama film ini.

Killers
Film ini emang oke punya masalah visualisasi. Bayangin aja orang dipukul, di silet semuanya ga pakai sensor. Ga ada sensornya sama sekali. Dan bedanya sama film Modus Anomali (MA), kalo MA ini bikin kaget dan tegang terus kekerasannya juga di ga di tampilin, cuma bikin kaget. Kalo Killers ini bikin merinding. So, jangan pernah ajak anak kecil, bahkan anak SMP/SMA buat nontn film ini. Sadis banget soalnya.
Tapi buat jalan ceria gue pikir kurang logis aja. Logis sih kalo mereka berdua itu psikopat. Nomura akibat trauma masa lalu, sementara Bayu gara-gara tekanan, baik dari keluarga serta pekerjaannya. Cuma kok bisa video hasil membunuh mereka berdua yang sadis begituan muncul di Youtube ? Hahaa, terus apa tujuan Nomura datang ke Indonesia. Apa cuma ingin menuntaskan nafsu membunuhnya saja atau sekadar sowan dan main ke Jakarta ? Entahlah, duma di film ini Nomura numpang membunuh da akhirnya numpang mati juga.
Yang istimewa dari film ini adalah pada scene terakhir film ini, lokasi syutingnya di Kemayoran, deket kantor gue. Jadi inget pas training di Jakarta kemarin…. Huhuhu.
Tapi ya sudah lah, buat yang penasaran sama film ini mending langsung ke bioskop terdekat soalnya tayang perdananya per tanggal 6 hari ini.
Intinya yang takut sama darah, takut ga cuma lihat pukul-pukula tapi juga wajah sampai rusak disilet, ditonjok, dihajar, dan takut ngelihat psikopat melampiaskan nafsu membunuhnya jangan tonton film ini dan jangan pernah bawa anak kecil buat nonton film ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s