Juny, keep stronger

Seperti biasa penyakit insomnia kambuh, ga bisa tidur.

Banyak pikiran.

Banyak pekerjaan.

Terlihat menganggur, tapi otak ini terus berputar.

Iya sudah berapa bulan setelah teman-teman kampus lulus duluan, rasa-rasanya beban di otak semakin bertambah.

Iya teman-teman sudah lulus, saya belum :’) rasa-rasanya semester kemarin apa saja yang sudah saya lakukan. Iya. Bermalas-malasan. Saya malu, terkadang.

Saya lebih malu lagi banyak teman seusia saya sudah bisa berprestasi, bekerja di tempat yang oke, mampu ke luar negeri entah itu scholarship, conference ato prestasi lain. Saya malu, iya sering.

Saya malu lagi banyak dari teman saya mampu berubah lebih aktif beribadah, mendekatkat diri pada-Nya. Iya. Saya malu, sangat malu.

Apa saya ini, rasa-rasanya flashback empat tahun ke belakang ketika baru menginjakkan kaki di Surabaya, baru menyadari sekarang bahwa di luar sana banyak orang berprestasi, banyak orang mampu mendekatkan diri pada-Nya.

Mereka mampu, kenapa saya tidak.

Kemana saja saya dulu. Saya terlalu bermalas-malasan sepertinya. Sudah sejak beberapa bulan ini selalu susah tidur. Jadi apa saya tiga bulan lagi. Akan berada dimana saya enam bulan lagi.

Saya hanya bisa mensyukuri kondisi saat ini. Rasa-rasanya rasa syukur tak henti. Saat ada kesedihan, pasti ada kebahagiaan nantinya. Saat ada pertemuan pasti akan ada perpisahan.

Sudah hampir enam bulan ini saya mengenalnya. Iya sebut saja dia Nisa. Dia mengenal ku dari blog ini, Sesuatu yang selama ini saya cari. Iya dia yang usianya jauh dibawah ku tapi dewasanya jauh melebihi kakakku sendiri. Bentukan keluarganya yang keras. Beruntung dia memiliki papah yang hebat. BIsakah kita bersama suatu hari nanti. Rasa-rasanya jurang kita terlalu lebar. Terlalu jauh. Entahlah, aku sendiri tahu tidak bisa berharap terlalu banyak.

Hanya bisa menikmati saat-saat bersamamu, saat-saat kita banyak mengobrol lewat bbm. Tersenyum ketika kamu memasang foto di DP bbm mu membuktikan bahwa rasa-rasanya kamu sudah jadi milikku, padahal belum.

Sambil mengetik aku mendengarkan lagu ini, Indah sepertimu.

Maliq – Sriwedari.

Lihat langit di atas selepas hujan reda
Dan kau lihat pelangi
Seperti kau di sini hadirkan sriwedari
Dalam suka duniawi

Dan kita berpijak lalu
Kau merasakan yang sama sepertiku

Suara hati kita bergema melantunkan nada-nada
Melagu tanpa berkata seperti syair tak beraksara

Lihat fajar merona memandangi kita
Seakan tahu cerita
Tentang semua rasa yang ingin kita bawa
Tanpa ada rahasia

Dan kita melangkah untuk
Lebih jauh lagi, lebih jauh lagi

Suara hati kita bergema melantunkan nada-nada
Melagu tanpa berkata seperti syair tak beraksara

Setapak di taman sriwedari
Setapak sriwedari denganmu

Dan kita berpijak lalu
Dan kita melangkah untuk
Lebih jauh lagi, lebih jauh lagi

Suara hati kita bergema melantunkan nada-nada
Melagu tanpa berkata
Irama hati kita bernada, merayu tanpa bicara
Melagu tanpa berkata seperti syair tak beraksara
Seperti puisi tanpa rima, seperti itu aku padamu

(setapak di taman sriwedari) seperti itu aku padamu
(setapak sriwedari denganmu) seperti itu aku padamu

2 thoughts on “Juny, keep stronger

  1. dicky says:

    jatuh cinta arek e hihii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s