Temu Jejaring TBM di Aksara, Malang

Hari kedua dilanjutkan dengan pertemuan jejaring TBM se-Malang Raya. Persiapan acara dilakukan Perpustakaan Anak Aksara, punya Mba Thantien. Berhububung kita memang sudah menginap di Perpustakaan Aksara, maka persiapan dimulai sejak sekitar pukul 7. Usai bersih-bersih dan sarapan, mulai menata tempat, membereskan presentasi yang semalam, lalu ngeprint sertifikat buat peserta yang hadir. Peserta mulai datang, sekitar pukul 09.00 pagi. Acara lalu dimulai pukul 09.30. Hampir sama dengan semalam, dimulai dari presentasi Mbak Prita. Mba Prita menjelaskan mengenai Fundraising. Yaitbagaimana memasarkan TBM yang kita punyai. Masalah pendanaan  bagi TBM, bagaimana agar dana bisa menunjang keberlangsungan TBM. Logo Hal ini bermanfaat agar TBM bisa mencari buku-buku tambahan koleksi perpustakaan. Selain itu dibutuhkan juga melakukan branding TBM.  Hal in berfungsi untuk membranding image. Perlu dibuat logo bagi TBM agar memiliki ciri khasnya sendiri. Hal ini juga bermanfaat untuk memperkenalkan TBM. Biasanya masing-masing TBM memiliki logo dengan filosofinya masing-masing. Dibutuhkan juga dokumentasi setiap kegiatan yang dilaksankan TBM. Ini bisa menjadi nilai positif. Sebab dengan dokumentasi bisa disebarkan di akun sosial media, sehingga makin banyak pihak eksternal yang tahu  bahwa “TBM kalian itu ada”. Ini bisa menjadi cara menjual TBM yang dimiliki. Disatu sisi kita memperkenalkan TBM kita. Disisi lain, hal ini bisa menjadi ajang jual diri. Jual diri maksudnya memperkenalkan ke pihak eksternal, dengan harapan ada pihak yang tertarik dengan TBM yang kita miliki dan menjalin kerjasama. Perlu usaha mengembangkan kreatifitas kita dengan cara packaging program. Perlu membuat program-program yang bagus dan menarik di TBM kita. Hal ini tentu bisa membuat suasana yang berbeda, serta mampu menarik pengunjung. Kemudian cara menjadi wirausaha sosial, bisa dengan mengembangkan TBM dengan membuka toko buku, job traning center, konsultasi perpustakaan keluarga dsb. Atau perpustakaan, kemudian dalam bentuk pelatiahan atau pameran. Membuat keanggotaan perpustakaan. Dengan keanggotaan, anggota bisa menadapatkan fasilitas atau reward tertentu. Kemudian materi kedua. Mba Thantien memutarkan video ini Sungguh video yang sangat menggugah motivasi. Bagi mahasiswa memang perlu diasah sisi sosial dan sensifitasanya. Kemudian Mba Thantien juga mencerikan kisah TBM Aksara. Kondisi saat ini sudah berkembang begitu pesat. Bahkan Mba Thantien berhasil melakukan pembinaan bagi warga sekitar, ditambah dengan banyaknya penghargaan bagi Mba Thantien tentu menambah kita sebagai generasi muda patut untuk mencontohnya. Kemudian acara dilakukan pembahasan menegnai pembentukan semacam perkumpulan bagi TBM dan Perpustakaan di Malang agar terus ada komunikasi dan terjalin kekeluargaan yang erat. Setelah lama dibahas dan dirundingkan sempet muncul beberapa nama seperti (saya lupa tepatnya, coz tulisan saya mengenai nama komunitasnya hilang). Akhirnya disepakati untuk membuat nama Insan Baca Malang. Tentunya berbeda struktur dengan Insan Baca Surabaya. Hanya saja konsep dan modelnya sama, tujuannya ingin menyatukan jejaring TBM yang ada di Malang. Alhamdulillah semoga dengan adanya saudara kandung Insan Baca di Malang bisa semakin memperet keduanya dan sering membuat kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama.

Workshop di Perpustakaan Anak Aksara, Malang

Temu Jejaring IB Surabaya dan IB Malang

Akhirnya acara selesai. Sebelumnya karena kita anak literasi, so nggak lengkap kalo belum mampir yang namanya toko buku. Jadi kita mampir dulu ke Toko Buku Kedai Sinau. Wah, bukunya lumayan lengkap, isinya buku-buku sejarah dan pemerintahan yang udah lawas banget. Kebanyakan juga buku beraliran kiri. Sip dah. Recommended bagi yang mau cari buku-buku lama.

Narsis dulu

Habis itu, kita juga mampir dulu ke Bakso Bakar, Depan Makam Pahlawan Trip

Menu utama, Bakso Bakar

Tempatnya standar. Cuma penyajiannya cukup menarik. Meskipun sedikit merepotkan, tapi lumayanlah. (Laper soalnya)

Habis makan kita menuju terminal. Dan kita terjebak macet. Yup! Akibat libur panjang, alhasil kena macet. Kita juga nggak dapat tiket kereta, jadi diputuskan naik bis aja. Usai sampai di terminal kita berpamitan dengan Mba Thantien.

“Makasih, Mba. Maaf merepotkan, kapan-kapan jangan kapok lagi yah🙂.”

2 thoughts on “Temu Jejaring TBM di Aksara, Malang

  1. mampir lagi mas taufik…terimakasih atensinya atas kedai sinau…widhy sinau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s