DEMONSTRASI, Solusi kah ?

Isu kenaikan BBM sedang hangat-hangatnya. Bahkan semalam DPR mengadakan rapat paripurna terkait kenaikan BBM. Banyak aksi demonstrasi (demo-red) yang dilakukan semua kalangan, muali dari mahasiswa, buruh, hingga beberapa pejabat negara ikut terjun langsung kedalam aksi masa guna menunntut pembatalan kenaikan BBM. Aksi protes bukan haya di jalanan saja, tapi juga terjadi di media massa, hingga kalangan intelektual yang terus beragumen bahwa kenaikan BBM bukanlah solusi akhir akibat kenaikan harga minyak dunia. Disini saya lebih menyoroti aksi demonstrasi di jalanan.

Dmo merupakan salah satu gerakan sosial, atau gerakan masa. Demo umumnya dilakukan bersama-sama sebab dengan kebersamaan mereka akna lebih berani. Salah sat teori crowd atau kerumunan memang menjelaskan bahwa mereka yang tergabung dalam aksi massa atau kerumunan itu cenderung bukan menjadi diri mereka sendiri. Sehingga seringkali mereka menjadi anarkis dan bersikap brutal.Β Ini yang saya soroti, terkait aksi anarkis dan brutal.

Kenikan BBM sesungguhnya memang kesalahan pemerintah. Sebab ketika mendapat bantuan dari World Bank mereka meneken persetujuan agar nantinya subsidi BBM unuk masyarakat dikurangi sedikit demi sedikit hingga akhirnya tidak ada subsidi lagi. Yah, kesalahn pemerintah. Tapi, sebenarnya ketika subsidi dikurangi, pemerintah juga harus memberikan kebijakan solutif. Contoh nyatanya, perbaikan infrastruktur, yaitu jalan. Kemudian pembuatan transportasi massal. Ini harusnya mutlak diperlukan. Taoi kenyataannya pemerintah bukannya mendorong pembuatan alat transportasi massal, tapi terus mendukung penjualan kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor) hingga jutaan unit pertahun. Sungguh menyedihkan. Kondisi jalan di perkotaan kita sudah begitu padat dan macet. Hal ini semakin membuat frustasi pengguna jalan (termasuk saya).

Hal ini diperparah dengan demo dijalan yang mengakibatkan bertambah parahnya kemacetan. Ya, hampir seminggu ini banyak aksi demo di seluruh daerah di Indonesia. Tidak terkecuali Surabaya. Dan puncaknya kemarin Jumat (31/3). Saya dari Sidoarjo ke Surabaya melewati Jl. A. Yani. Sungguh parah, kemacetan total sudah terjadi sejak di Jl. A. Yani yang berbatasan dengan Waru, (CITO). Β  Β Mobil sudah stuck, berhenti tidak bisa jalan. Saya jujur sangat menyesalkan mengapa hal seperti ini bisa terjadi.

Saya tidak melarang demo, jelas. Tapi saya menyesalkan demo yang membuat frustasi orang lain. Aksi demo seperti ini melanggar hak orang lain. Harusnya demo jangan sampai separah ini. Memang sangat berguna, sebab akan disorot oleh semua orang. Tapi, inikah tujuannya ? Bahakan yang parah, mereka demo sampai mejarah toko-toko. Ini mau demo atau mereka ingin mencukup kebutuhan mereka ? Demo menjarah fas food ? Mereka saja pernah nongkrong disana, kok sekarang sampai menjarahnya. Logika yang naeh.

Memang akhirnya kenaikan BBM di TUNDA. bukan berarti BATAL.

Setidaknya demo yang mereka lakukan cukup berhasil meraih sedikit saja hati nurani para anggota legislatif. Kemana eksekutif kita ? Yah, habis jalan-jalan dari Lunar Negeri, pasti capek. Tapi enak yah jalan-jalan. Hahah.

(Sekelumit cerita tanpa makna. Mohon jika tersinggung, dimaafkan. Tanpa maksud menyindir karena inilah realitanya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s