BERITA CETAK

Teknologi Speech Bagi Tuna Netra

Surabaya – Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat akses informasi semakin mudah didapatkan. Manfaat yang didapatkan bukan hanya bagi masyarakat umum saja, tapi kalangan tuna netra juga mendapat dampak positif bagi perkembangan teknologi saat ini.

Demikian ungkap Hengki (31), pria yang mengalami kebutaan sejak SMP. Dia mengatakan bahwa saat ini tuna netra sudah terbantu sejak ada teknologi speech yang ada, baik pada handphone maupun komputer.

Di handphone ada program yang dikenal dengan nama Nuance Talks. Program khusus handphone Symbian ini memang ditujukan untuk membantu tuna netra agar bisa berkomunikasi baik melalui telepon atau sms tanpa bantuan orang lain. Program seperti ini sebenarnya bukan hanya untuk Symbian saja, sebab di ponsel lain juga bisa dimasukkan program sejenis.

“Program untuk handphone Symbian ada, namanya Nuance Talks. Kalau Andorid sudah free, iPhone sudah include, sedangkan BlackBerryTM aksesbilitasnya nggak support,” jelas Hengki.

Sedangkan pengguna komputer bisa memanfaatkan program JAWS. JAWS atau Job Access With Speech lahir sejak tahun 1990-an. Hengky yang sudah menggunakan program ini sejak lima tahun lalu menjelaskan bahwa program dari Amerika itu kini sudah memasuki versi ke 13. Meskipun begitu, harga program asli JAWS masih mahal, yakni sekitar delapan jutaan.

“Tapi kita main crack, karena harganya mahal. Prinsipnya hacker itu selagi kita tidak menghasilkan uang, buat belajar pun nggak masalah. Ketika kita menghasilkan profit, itu baru beli aslinya. Cuma ada lagi, Australia punya NVDA atau Non-Visual Desktop Acsess, itu sifatnya open-source, sudah support di Windows. Tapi kualitas suaranya masih bagusan punya JAWS,” ungkap pria yang tidak lulus bangku SMP ini.

Hengky juga mengakui jika manfaat yang diperolehnya banyak. “Jadi kita bisa mandiri akhirnya. Kaya sms nggak perlu tunggu orang buat bacain. Terus bisa akses internet karena banyak informasi di internet karena bebas. Apa aja kita mau cari kita dapet,” ujar sambil menunjukkan cara kerja program JAWS di komputernya.

Hengky menunjukkan cara kerja teknologi JAWS

Perkembangan Teknologi JAWS

Rio (27) pengguna program JAWS juga mengungkapkan bahwa penggunaan JAWS sudah meluas terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Pria yang terkena kebutaan sejak lahir ini sudah memakai JAWS sejak tahun 2005. Asisten dosen jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Surabaya ini menjelaskan jika di Unesa sudah ada lab komputer khusus mahasiswa tuna netra.

“Di kampus kita sudah ada lab komputer yang dilengkapi dengan JAWS. Itu pun beberapa tuna netra ada yang mempunyai laptop sendiri. Jadi sudah meluas, terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Disana kita bekerja sama dengan Mitra Netra untuk proyek itu jadi sana sebagai pusat pelayanan (tuna netra-red) di Surabaya,” terangnya

Sementara itu Danny (26) juga merasakan manfaat program JAWS sendiri. Pria yang mengalami kebutaan karena jatuh pada umur satu tahun ini, mendapatkan mandat dari Yayasan Pengembang Perpustakaan Indonesia (YPPI) untuk membuat program audio-book bagi penyandang cacat tuna netra.

“Ada sekitar 100 artikel yang di audio book-kan. Kemudian dijadikan satu CD dan didistribusikan untuk teman-teman tuna netra di Surabaya. Sebenarnya ini program dari yayasan tersebut dan ini trial program. Semoga kalau bisa, jalan terus dan berkembang,” kata alumni Unesa jurusan Seni Drama, Tari dan Musik ini.

Kendala

Perkembangan teknologi JAWS sudah banyak di gunakan di masyarakat. Tapi sayangnya di Surabaya masih sedikit penyandang tuna netra yang memanfaatkan teknologi JAWS. Selain terkendala informasi, umumnya pengguna JAWS masih terbatas dikalangan sekolah dan mahasiswa saja.

Danny sendiri menjelaskan bahwa saat ini faktor terpenting adalah sosialisasi.

“Saya tidak berharap kesiapa-siapa. Kita bersama-sama ayo menginformasikan hal ini ke teman-teman tuna netra lain. Di Surabaya sendiri masih banyak yang belum tahu karena berbagai faktor. Faktor infomasi, atau faktor hidden children. Disini keluarga bisa karena malu anaknya cacat, atau karena over protektif ingin menjaga anaknya. Tapi hal ini bisa menjadi rantai besi, karena maksudnya baik tapi akhirnya tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan,” ungkap pria yang baru menikah Desember lalu. (taw)

 

TAUFIK AGUNG WIDODO – ILMU POLITIK FISIP UNAIR.

DALAM RANGKA UJIAN TAKE HOME MATA KULIAH DASAR-DASAR JURNALISTIK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s