BELAJAR DARI PENYANDANG CACAT

Demi tuntutan Tugas Akhir Dasar-dasar Jurnalistik, maka saya mencari penyandang cacat, tuna netra untuk tugas ini.

Mengapa saya memilih tuna netra ??

Sebab saya mendapatkan tema TEKNOLOGI. Ide awal saya adalah teknolohi E-KTP di Surabaya. Tapi menurut saya itu sudah terlalu jamak di media Surabaya. Akhirnya saya memilih penggunaan teknologi JAWS dikalangan tuna netra. Berita lengkapnya bisa dilihat di :

  1. Berita Cetak
  2. Berita Online
  3. Skrip TV
  4. Skrip Radio

Saya merasa, bahwa mereka ini adalah individu yang SANGAT TANGGUH. Disaat kondisi fisik mereka kurang, apalagi mereka tidak bisa merasakan ‘nikmatnya’ melihat sekeliling mereka, mereka berusaha untuk KUAT, keluar dari jurang kegelapan menuju alam informasi. Yah, mereka memang tetap tidak bisa melihat seperti layaknya orang normal lain. Tapi mereka tidak tuli, mereka tidak bisu. Jadi mereka masih bisa mendengarkan teknologi melalui speech.

Yup!! berkat teknologi JAWS di komputer, atau teknologi speech lain handphone.

Meskipun begitu saya merasakan sendiri, bahwa mereka masih merasakan kesedihan, jika ditanyakan kondisi tuna netra lain. Sebab tidak semua kalangan tuna netra mampu menjangkau kemajuan teknologi ini. Mengutip pernyataan Mas Danny, bahwa masih banyak tuna netra yang hanya bisa berdiam diri dirumah. Banyak penyebabnya, mulai dari faktor keluarga, malu hingga kurangnya informasi. Saya melihatnya bahwa mereka yang bisa mencicipi teknologi speech seperti ini memang berasal dari kalangan mampu.

Apa salahnya kita sebagai manusia yang diberi normal, dan kesehatan pada diri kita ikut bersimpati atau berempati kepada mereka. Saya ikut merasa bertanggung jawab kepada mereka. Sebab harapan mereka tidak muluk-muluk, yakni agar kita ikut mensosialisasikan hal ini kepada penyandang cacat lain, khususnya kalangan tuna netra. Jika ada teman, saudara, keluarga atau siapa pun disekitar lingkungan Anda yang memang mampu dan ingin mencoba teknologi speech seperti ini bisa menghubungi saya.

Insya Allah akan saya hubungkan dengan mereka, pihak yang memang berkompeten didalamnya.

Terima kasih.

NB : Inilah tiga orang yang sudah saya repoti. Mereka ini saya anggap sebagai MANUSIA TANGGUH.

 

 

JANGAN MENYERAH, TETAP BERJUANG.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s