Ramainya Parkir FISIP

Tempat parkir sepeda motor mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terlihat ramai setiap pagi dan ketika pergantian jam kuliah. Setiap pagi antrian panjang sepeda motor sudah terlihat didepan pintu masuk parkiran.

Untuk mengantisipasi, kedua pos parkiran dibuka. Tapi seringkali salah satu komputer itu mengalami masalah hingga akhirnya hanya satu komputer saja yang bisa digunakan. Ini menyebabkan bertambahnya antrian panjang di depan pintu parkir FISIP.

“Kan ironi banget kalau sampai telat kuliah gara-gara antri pakir ditempat sendiri,” keluh Ifa, mahasiswa Administrasi Negara angkatan 2010.

Parkir FIsip Unair

Antrian didepan pintu parkir FISIP

Beberapa mahasiswa mengaku sering kesulitan mencari tempat kosong untuk memarkirkan sepeda motor mereka. Hal ini dibenarkan oleh Eko, salah satu petugas parkir di FISIP.“Kalau Senin sampai Kamis rata-rata 2500 kendaraan yang keluar masuk. Kalau hari Jum’at jumlahnya lebih kecil. Kalau penuh biasanya yah Senin sampai Kamis,” tuturnya.

Ada juga mahasiswa yang memilih memakirkan kendaraan mereka di parkiran Perpustakaan Unair.  “Enakan parkir di perpus, meskipun bayar tapi dapat tempat. Terus kalau keluar juga dibantuin sama masnya,” ujar Tya mahasiswa Politik angkatan 2009.

Menurut Eko, mahasiswa sendiri juga kurang teratur. Seringkali mahasiswa memakirkan sepeda motornya sembarangan. “Kesadaran arek-arek sendiri. Kalau seperti ini terlihat penuh, Mas. Padahal dipojok-pojok masih ada tempat yang kosong. Belum sampai pojok, mereka (mahasiswa-red) sudah parkir paralel (melintang-red). Akhirnya banyak jalan keluar yang ketutup, dan mereka complain nggak bisa keluar,” ujarnya sambil terus memeriksa STNK mahasiswa yang akan keluar parkir.

Petugas sedang mengatur motot yang diparkir sembarangan

Petugas sedang mengatur motot yang diparkir sembarangan

Sejak kasus hilangnya dua motor di parkiran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) beberapa bulan silam membuat mereka memperketat keamanan di tempat parkir. Pemerikasaan STNK dilakukan dua kali, di pintu masuk dan pintu keluar parkir.

Ada juga beberapa mahasiswa yang masih tidak membawa STNK.  Mereka biasanya disuruh menitipkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) di pos parkir. Pernah ada mahasiswa yang kehilangan STNK, kunci serta karcis parkir mereka hingga tidak bisa keluar dari tempat parkir. Lalu mereka didata, esoknya  diwajibkan membawa BPKB sebagai barang bukti kepemilikan kendaraaan bermotornya.

Pemeriksaan STNK

Petugas sedang mengatur motot yang diparkir sembarangan

“Kalau nggak gitu bisa kehilangan lagi, Mas. Soalnya kita nanti yang ngganti,” ujar Eko. Namun kasus kehilangan helm masih sering terjadi di tempat parkir. “Seminggu kadang satu atau dua kali kehilangan helm. Bahkan pernah sehari empat kali kehilangan helm,” ujar pria asli Madiun ini.

Eko hanya mengingatkan sebaiknya mahasiswa membawa helm yang standar, jangan terlalu bagus. Sebab, kebanyakan helm yang hilang memang helm yang bagus-bagus. “Bawanya yang kaya gini aja, Mas, maling nggak ada yang ngincer,”ujarnya sambil menunjuk salah satu helm yang dipakai mahasiswa. (tfk)

Note :

Taufik Agung Widodo – Politik Unair 2009.

Tugas mata kuliah Dasar-dasar Jurnalistik, dengan topik peristiwa seputar kampus.

Alhamdulillah tugas tersebut termasuk baik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s