Nikmat-Mu, tiada tertandingi

Maha suci Allah, Dzat Maha Besar Pemilik alam semesta beserta seisinya.

Ketika kita diuji terasa kenikmatannya.

Ketika kita mau berbagi baik sedang kesusahan maupun kebahagiaan terasa menyenangkan.

Bulan Ramadhan tahun ini memasuki hari ke 24, menjelang 25. Tidak terasa sudah hampir sebulan penuh saya serta umat Islam pada umumnya melaksanakan puas Ramadhan kali ini. Terasa berbeda dengan tahu-tahun sebelumnya, ketika menjelang pra-penikahan kakak perempuan ku. Sementara tema Ramadhan kali ini adalah keluarga baru dan Rumah Sakit.

Sebenarnya berbicara mengenai rumah sakit ini, sudah dimulai sejak sebelum puasa. Dimana saya sendiri sedang menjalani perawatan menjelang dicabutnya gigi saya yang sudah bolong-bolong (ouch!!). Setelah itu, kaka perempuan saya yang melahirkan. Kemudian Bapak saya yang harus opname di Rumah Sakit akibat kadar gula didalam tubuhnya naik mencapai > 500 (rata-rata orang normal < 200).

Alhamdulillah ujian ini semoga mampu saya jalani dengan ikhlas, sabar dan tawakal. Terasa bberbeda dengan Ramadhan sebelumnya karena sampai sekarang kondisi Bapak saya masih belum pulih. Ditambah dengan luka dikakinya yang kembali membesar.

Yaa Allah, Yaa Rabbi.

Berikan kesembuhan-Mu bagi Bapak ku. Panjangkan umur serta berikan kesehatan bagi orang tuaku.

Engkau tahu apa yang terbaik bagi umat-Mu. Aku mohonkan itu.

Kemudian kelahiran si kecil Ayra ditengah-tengah keluarga menambah kebahagiaan serta kerepotan. Menyenangkan, apalagi bagi saya sebagai anka bungsu. Tapi kalau besok pulang ke Surabaya bisa kangen dong😦 .

Berhubungan dengan berbagi. Ternyata benar seperti didalam surat Al-BaqarahΒ 195: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” Kemudian didalam An-Nahl 35 :Β 29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”

Dari situ terlihat bahwa sebagai umat Islam haruslah menggunakan harta bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja, namun yang tidak kalah pentingnya adalah kewajiban membaginya dengan orang lain. Saya sendiri merasakan hal tersebut, karena memang benar janji Allah bahwa orang yang bersedakah hartanya tidak akan berkurang, namun malah semakin bertambah semakin bertambah.

Jadi, banyak-banyaklah bersedekah. Kemudian ketika sedang ditimpakan musibah, perbanyak sedekah sesuai kemampuan kita. Karena musibah tersebut adalah kenikmatan dari Allah untuk umatnya yang selalu beriman dan bertakwa agar selalu tawakal dijalan-Nya serta dikurang dosanya.

Amin Yaa Robbal Alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s