Pemikiran J. J. ROUSSEAU

Konsep warga negara dan individu
Sifat alamiah manusia sebenarnya baik, dan menginginkan kebahagiaan. Selain itu mereka tidaklah menyukai kekerasan sebab tidak ada rasa benci dan dendam didalam diri. Munculnya konflik terjadi apabila terjadi kesenjangan derajat manusia baik karena perbedaan kepemilikan maupun kelas sosial. Berbeda dengan Hobbes yang melihat konflik muncul karena memang watak agresif yang dimiliki oleh manusia hingga muncul istilah manusia bisa menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus).
Ketika manusia itu berperan secara pasif maka manusia bertindak secara individu. Tetapi ketika dia berperan aktif, memenuhi kewajibannya serta mendapat hak-haknya secara penuh manusia itu berdiri sebagai rakyat yang berdaulat. Ketka rakyat yang berdaulat itu saling bersekutu dan membentuk suatu kelompok yang memiliki kesepakatan bersama maka itu yang disebt dengan warga (citizen) sehingga ketika warga yang berdaulat itu mereka tunduk dan patuh terhadap hukum negara disebut sebagai kawula (subjek).
Otoritas dan kebebasan
Pada awalnya kehidupan manusia berjalan secara alami, dimana sebelum terbentuknya sebuah negara sehingga secara naluriah manusia itu penuh dengan nafsu hingga manusia tidak ubahnya seperti budak nafsu, keinginan dan nalurinya tetapi mereka tetaplah baik. Manusia selalu berusaha utuk memenuhi nafsu serta keinginannya yang tidak terbatas. Secara alamiah manusia itu sebenarnya sama dan sederajat, dan tidak ada seorang pun yang memiliki otoritas politik terhadap orang lain. Manusia itu merdeka dan bebas menurut kehendaknya sendiri sehingga yang terjalin adalah hubungan kekuatan bukan hubungan kekuasaan. Ketika beberapa orang berhasil mencapai tujuannya serta memuaskan nafsu dan keinginan mereka sementara yang lain gagal itu bukan menjadi masalah karena ketika terjadi perbedaan kekuatan, ketrampilan, kepandaian merupakan unsur-unsur ketidaksederajatan alami, tidak mengurangi unsur yang alami yaitu kebebasan. Jadi secara alami manusia bebas untuk memilih nasibnya sendiri.
Secara politis masyarakat politik tidak bisa dibentuk karena alasan kekuatan. Ketika munculnya Raja sebagai pemimpin bukanlah orang yang paling kuat, tetapi tetapi dia berhak menggunakan kekuatan, subjek (disini adalah warga) bukanlah pihak yang paling lemah, tetapi dia adalah orang yang harus tunduk terhadap Raja. Kekuatan diartikan sebagai kemampuan fisik, dan tidak berhubungan dengan hukum maka ketika semuanya bergantung pada kekuatan bisa diartikan bahwa manusia masih dalam keadaan alami.
Ketika manusia meninggalkan keadaan alami mereka sebagai manusia yang bebas, karena adanya dorongan dan paksaan yaitu menginginkan perdamaian dan keamanan. Oleh karena itu kekuasaan yang didapatkan oleh Raja berasal dari sikap tunduk dan patuh dari warganya untuk mendapatkan rasa damai dan aman. Ketika manusia rela mengorbankan kebebasan alamiahnya maka perlu adanya imbalan dan melahirkan kontrak. Rumusan kontrak sosial menurut Rousseau bahwa adanya suatu lembaga semacam lembaga legislatif yang beranggotakan beberapa individu yang bisa mewakili kepentingan rakyatnya. Sehingga rakyat lah pemimpin tertinggi negara dan suara rakyat terwakili didalam negara serta kedudukan rakyatnya sama di mata negara.
Sedangkan kekerasan yang muncul dalam berdirinya suatu negara, Rousseau menolaknya. Hal ini dikarenakan negara yang terbentuk berdasarkan kontrak sosial tidak mungkin terdapat unsur paksaan karena suatu kontrak (perjanjian) hanya bisa terbentuk berdasarkan persetujuan bukan dengan paksaan. Ketika munculnya kekuasaan karena adanya kekerasan maupun pakasaan bisa dikatakan tidaklah kekuasannya tidaklah sah. Ada tulisan Rousseau yang mengatakan bahwa: Man was born free and he is everywhere in chains (Manusia dilahirkan bebas merdeka; tetapi di mana-mana ia dalam kedaan terbelenggu).
Lantas bukan berati kebebasan itu kemudian hilang. Kebebasan tetap ada, tetapi yang muncul bukanlah kebebasan alami, melainkan kebebasan sipil, yaitu kebebasan yang muncul karena adanya kemauan dan kesepakatan bersama. Didalam negara individu dibebaskan dari ikatan nafsu, keinginan membelengunya secara alami. Dia bisa menjadi tuan membatasinya , sehingga dialah tuan bagi dirinya sendiri bukan lagi budak. Dia tunduk terhadap hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan bersama yang telah disetujuinya, disinilah letak kebebasannya. Kemauan bersama disini selalu bertujuan kebaikan agar selalu benar dan adil sehingga akan mengalahkan kemamuan pribadinya sendiri demi kepentingan bersama.
Negara yang terlalu luas akan sulit dalam bidang pemerintah, tetapi negara yang terlalu kecil akan sulit dalam mempertahankan diri. Perlu ada perbandingan yang tepat antara jumlah penduduk dengan luas tanah yang menghidupi masyarakatnya.
Kewajiban dan Hak
Ketika manusia yang secara alami dalam kondisi bebas, mereka rela melakukan kontrak sosial dan rela menyerahkan kebebasan yang dimiliki mereka untuk agar memperoleh apa yang dinamakan dengan kedamaian dan keamanan. Maka diperlukan sebuah negara agar bisa mengakomodasikan hal itu. Rakyat sendiri bertindak sebagai perumus hukum agar tidak ada kerugian nantinya dan kebebasan yang dimiliki atas dirinya sendiri juga tidaklah hilang. Oleh karena itu, rakyat pulalah mendapatkan kewajiban untuk mematuhi aturan hukum yang berlaku, tetapi mereka juga memiliki hak agar bisa duduk di lembaga legislatif agar mereka bisa menyuarakan aspirasi dan gagasan mereka. Negara yang terbentuk atas kehendak bersama merupakan kebaikan yang bersifat universal sehingga menampung setiap aspirasi yang berasal dari rakyatnya.
Sedangkan negara berkewajiban untuk melindungi kekayaan atau harta yng dimiliki oleh warganya serta menjamin warga negaranya agar mereka mendapatkan kebahagiaan serta mereka merasa aman. Hukum yang pada dasarnya berasal dari aspirasi tiap warga negara maka harus ditegakkan demi kepentingan rakyatnya.

Taufik Agung Widodo
Ilmu Politik 2009
FISIP Universitas Airlangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s