EKONOMI POLITIK era KLASIK sampai dengan Keynesian dan Analisanya saat ini

Ini merupakan UTS Take Home saya untuk Ekonomi Politik.

  1. Teori Ekonomi Politik dan Analisanya

Klasik

  1. Latar belakang kemunculannya klasik, dimulai ketika terjadinya Revolusi Perancis yang menjadikan terjadinya peralihan kekuasaan dari pihak penguasa negara, yakni kerajaan dan gereja. Pihak kerajaan tidak lagi mendominasi, tetapi beralih ke kaum saudagar (merchant). Hal ini dikarenakan era perdagangan antar negara, dimana negara yang berhasil memiliki surplus emas maka dianggap sebagai negara yang kaya dan makmur. Kemudian dalam perkembangannya kaum saudagar ini yang bekerjasama dengan pihak pemerintah (negara) mengakibatkan terjadinya praktek-praktek kecurangan dan membuat saudagar dan penguasa semakin untung. Era ini seringkali disebut sebagai paham merkantilisme. Banyaknya kaum kecil seperti petani, nelayan, penambang yang tertindas akibat sistem yang menguntungkan kaum saudagar. Hal inilah yang mendasari munculnya ajaran liberalisme dimana setiap individu memiliki kebebasan untuk masuk kedalam pasar baik itu sebagai produsen maupun konsumen. Selain itu dibatasinya peran pemerintah dan politik kedalam pasar karena akan berakibat seperti era merkantilisme dimana hanya pihak-pihak tertentu dan yang memiliki kedekatan dengan penguasa saja yang diuntungkan.
  2. Tokoh yang berpengaruh antara lain James Steuart yang menerbitkan karyanya berjudul An Inquiry into the Principles of Political Economy (1767) dan Adam Smith yang mengarang An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776. Buku Adam Smith inilah yang melandasi munculnya ajaran liberalism dan ekonomi pasar. David Ricardo merupakan salah satu tokoh klasik yang juga menulis The Principles of Political Economy and Taxation (1987).
  1. Pandangan ini melihat individu sebagai manusia sebagai makhluk rasional dan akan memilih alternatif yang terbaik bagi dirinya. Sehingga akan berusaha untuk mendapatkan memaksimalkan usahanya demi terpenuhinya kepentingan pribadi.
  1. Aliran klasik yang berkembang adalah pendekatan liberal klasik. Melihat pasar sebagai tempat bertemunya antara produsen dan konsumen. Masing-masing pihak bekerja demi kepentingan pribadinya namun berusah untuk menekan terjadinya konflik diantara mereka. Sehingga akan muncul mekanisme harga di pasar, dimana adanya invisible hand yang mengatur terjadinya proses permintaan dan penawaran dan akan memunculkan keseimbangan pasar (equilibrium).
  1. Paham klasik melihat negara tidak boleh mencampuri urusan pasar. Negara bisa dianggap akan mengganggu jalannya pasar karena seringkali dominasi pemerintah hanya akan menguntungkan pihak tertentu saja. Negara hanya berperan dalam melindungi masyarakatnya bila terjadinya konflik baik konflik internal maupun eksternal. Selain itu, negara berfungsi sebagai penyedia layanan baik itu infrastruktur, maupun sarana dan prasarana publik demi keberlangsungan mekanisme pasar didalam negara.
  2. Hubungan antara negara dengan pasar dengan tegas dipisahkan, meskipun pasar senidir berada didalam sistem negara itu. Sebab pasar dianggap sebagai sistem yang bisa meregulasi dan berjalan secara otomatis dengan adanya invisible hand tadi.
  1. Pandangan klasik memiliki kelemahan dalam prakteknya begitu sulit untuk memisahkan peranan negara terhadap politik. Kemudian dalam mekanisme pasar, invisible hand merupakan hal yang sulit dijelaska karena seringkali tidak selamnya pembeli dan penjual bertemu dalam satu pasar. Selain itu bila terjadi monopoli pasar, maka ketika pemerintah dilarang untuk mengintervensi pasar maka masyarakat juga yang akan dirugikan.

Marxisme

  1. Sistem ekonomi liberal yang berlandaskan pada ekonomi pasar ternyata mendapatkan kritikan dari kaum Sosialis. Ketika liberalisme berjalan di pasar, ternyata memunculkan sistem kapitalisme. Kapitalisme dianggap sebagai pemicu munculnya konflik antar kelas. Konflik yang terjadi antara pemilik modal (kapital) dengan pihak yang hanya memiliki modal fisik. Golongan Marxis melihat konflik antara kaum borjuis dan proletar inilah yang dianggap sebagai pemicu dari kehancuran liberalisme. Golongan marxis memberikan gambaran kronologis, ketika kaum buruh ditindas secara terus-menerus maka akan muncul gerakan besar-besaran yang dilakukan secara bersama-sama untuk menuntut dilakukannya penghapusannya sistem kapitalisme.
  2. Tokoh yang berpengaruh adalah Marxis. Dia menulis buku Economic and Philosophical Manuscript of 1844 yang baru berhasil ditemukan setelah Marx meninggal, kemudian dipublikasikan pada tahun 1927. Thesis on Feurbach (1845) yang juga diterbitkan setelah dia meninggal,
    The Poverty of Philosophy
    (1847), dan buku berisi ajaran komunisme dalam Communist Manifesto (1849), Capital
    (1867). Tokoh lainnya adalah Frederich Engel yang merupakan sahabat dekat Marx dalam mengembangkan konsep dan teori komunisme. Keduanya juga sempat membuat buku, yaitu The Holy Family
    (1845). Engel juga merupakan orang yang kembali menerbitkan tulisan-tulisan Marx, dalam beberapa edisi.
  1. Marxisme melihat adanya pembagian kelas dalam masyarakat yang mengakibatkan terjadinya konflik antar individu. Sehingga diharapkan dengan adanya konsep sama rata tersebut maka setiap individu akan mendapatkan bagian yang sama dan adil sehinga tidak ada lagi kelas borjuis maupun proletar.
  1. Sementara itu mekanisme pasar yang berjalan ketika yang berjalan kapitalisme maka dianggap pemilik modal akan tetap menindas kaum buruh. Sehingga konflik yang terjadi akan memunculkan tuntutan untuk penghapusan sistem kelas tersebut. Dengan begitu maka kaum proletar akan berhasil membentuk masyarakat tanpa kelas dalam sistem ekonomi dan sistem kapitalis akan dihapus. Dengan individu tidak dkenai status hak milik lagi.
  1. Negara merupakan produk dari dalam masyarakat itu sendiri sehingga pada akhirnya negara menjadi perpanjangan tangan kelas-kelas tertentu saja, yaitu kelas borjuis. Marx juga percaya bahwa Negara terpisah dari masyarakat sipil dan organisasi borjuis pada akhirnya menggunakannya sebagai perlindungan hak kepemilikan dan kepentingan mereka. Sehingga ketika tuntutan kaum proletar berhasil dan kelas sosial dihapus, maka negara berperan dalam melindungi kepentingan masyarakatnya dan mencegah munculnya kelas sosial lagi.
  1. Kekurangannya sistem Marxis adalah sulitnya diterapkan. Hal ini disebabkan, Marxis yang menggambarkan adanya pemberontakan kaum buruh secara kolektif sangat sulit terjadi.. Seperti kasus Uni Soviet sebagai salah satu negara komunis sebenarnya menggunakan konsep Sosialis-Stalinis. Pemberontakan terhadap kelas sosial dilakukan oleh kaum terdidik buka oleh kaum buruh. Sehingga yang terjadi malah sikap otoritarinisme negara yang mengekang kebebasan dan hak-hak individu.

Neoklasik

  1. Neoklasik berkembangan manakalah mereka merasa ada cacat didalam pemikiran liberal klasik dan tidak bekerjanya ajaran masrxis dalam mekanisme pasar. Liberal klasik yang menggambarkan bahwa dengan adanya invisible handa maka secara otomatis pasar akan berjalan sesuai dengan mekanisme pasar padahal tidak bisa mekanisme sepenuhnya diserahkan kepada pasar. Sementara padangan sosialis mengenai pasar yang dikuasai oleh pemerintah juga tidak disetujui oleh pandangan kaum neoklasik. Sehingga neoklasik berusaha untuk menyatukan, dimana pasar boleh bebas, namun ada kalanya ketika terjadi cacat atau mekanisme negatif dalam pasar maka intervensi pasar diperlukan untuk mengembalikan kepada fungsi pasar yang sesungguhnya.
  2. Tokohnya salah satunya Alfred Marshall dengan beberapa karya utamanya antara lain The Pure Theory of Foreign Trade (1829), The Principles of Economy (1890), Industry and Trade (1919) dan Money, Credit and Commerce (1923). Gossen dan J. B. Clark juga salah satu pengembang ekonomi neoklasik. Karl Menger karya utamanya adalah Grusatze der Volks Wirtschaftslehre (1817). Eugen von Bohm-Bawerk dengan karyanya adalah Capital an Interest (1884) dan Positive Theory of Capital (1889).  Friedrich August von Hayek juga membuat buku Monetary Theory an The Trade Cycle (1929), Profit, Interest, Investment (1939) dan The Pure Theory of Capital (1941).
  1. Neoklasik sama dengan klasik melihat individu sebagai manusia yang bebas dan berusaha agar kebutuhannya terpenuhi secara maksimal.
  1. Perbedaan dengan klasik terletak pada cara pandang melihat mekanisme pasar. Bahwa dalam pasar ketika setiap individu bebas menjadi produsen maupun konsumen maka akan memunculkan adanya monopoli baik itu barang maupun individu secara kolektif, hal itulah yang dinamakan dengan kegagalan pasar. Maka peran pemerintah sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya praktek monopoli dalam pasar maupun tindakan birokrat didalam fungsi kekuasaan pemerintahan. Dengan intervensi pemerintah diharapkan bisa memperbaiki masalah yang tidak bisa diselesaikan dalam mekanisme pasar.

    Bentuk-bentuk kegagalan pasar :

  • Monopolistik, manakala penjualnya banyak namun jenis barang yang beredar hampir sama dan mirip. Sehingga ketika produk satu tidak ada, maka bisa digantikan dengan produk yang lain. Hal ini menyebabkan produsen tidak bisa menentapkan harga sesukanya karena banyaknya produsen yang juga menawarkan harga yang kompetitif. Contohnya : sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, produk kosmetik dan kecantikan, pakaian.
  • Oligopoli terjadi manakala jumlah produsen sedikit. Barang yang beredar umunya memiliki perbedaan namun beberapa lainnya terdeferensiasi sehingga produsen juga bisa memiliki kekuasaan untuk mengendalikan harga. Contohnya seperti semen, pupuk, kendaraaan pribadi.
  • Monopoli merupakanpersaingan yang tidak sehat karena hanya ada satu produsen dipasar. Sehingga harga bisa ditentukan sesuai dengan keinginan produsen. Contohnya seperti minyak bumi, listrik, telepon.
  1. Hubungan antara negara dengan pasar bahwa negara merupakan pihak yang bisa menyelesaikan kegagalan pasar seperti terjadinya kegagalan dalm mekanisme pasar. Namun, peran pemerintah hanyalah sebatas menyelesaikan kegagalan pasar tersebut dan tetap dilarang ikut campur ketika mekanisme pasar sedang berlangsung tanpa masalah.
  1. Dalam perkembangannya neoklasik kerapkali digambarkan sebagai perkembangan ekonomi-matematis dimana ekonomi ilmu sosial-humaniora harus melepaskan identitas humanisnya dan menghitung untung-ruginya secara rumus dan matematis. Intervensi pemerintah hanya dalam memperbaiki kegagalan pasar mengakibatkan kesejahteraan masyarakat bukanlah prioritas dalam perkembangan ilmu ekonomi. Ekonomi yang didefinisikan sama dengan konsep individualisnya membuat masing-masing individu akan mengejar keuntungannya semata. Sehingga neoklasik dikritik akibat menjauhkan keadilan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Keynesian

  1. Gagasan Keynesian hampir sama dengan Neoklasik dimana perkembngannya muncul akibat kegaglan dari konsep Liberal dalam mekanisme pasarnya. Ketika itu terjadi Depresi Besar (Great Depression) dimana terjadi keruntuhan harga-harga saham di Wall Street yang membuat goncangnya perekonomian dunia. Keynes melihat bahwa ternyata tidak selamanya liberalisme bisa mengatasi mekanisme pasar. Tidak adanya regulasi yang dibuat oleh pemerintah memgakibatkan terjadinya eksploitasi pasar oleh pihak tertentu. Sehingga peran pemerintah diperlukan dalam emnagatasi kegagalan pasar.
  2. Tokoh Keynes bukunya Teori Umum (1936), Hayek Risalah tentang Uang (salah satu tokoh yang juga mengembangkan Neoliberal).
  1. Keynesian melihat individu sebagai sebuah kesatuan masyarakat yang keberadaannya perlu dilindungi oleh negara.
  1. Keynesian melihat didalam mekanisme pasar, bahwa liberalisme membuat produsen akan terus menciptakan dan memproduksi barang-barang secara terus-menerus. Hal ini mengakibatkan peningkatan penawaran yang tidak disertai peningkatan daya beli masyarakat dalam melakukan pembelian barang. Inilah yang mengakibatkan kegagalan pasar, dan ketidakstabilan pasar.
  1. Negara berperan dalam menjaga kestabilan mekanisme pasar. Artinya ketidaka pasar mengalami ketidakstabilan dan kegagalan maka peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengembalikan kondisi pasar. Namun, ketika mekanisme pasar berjalan normal dan stabil maka pemerintah dilarang melakukan intervensi. Pemerintah perlu menjamin kesejahteraan masyarakatnya, sehingga ketika terjadi goncangan ekonomi yang mengancam kemakmuran rakyatnya maka pemerintah perlu melakukan regulasi. Jika terjadi resesi akibat rendahnya agregat permintaan maka fungsi negara untuk mencegahnya dan memperbaikinya. Intervensi yang bisa dilakukanuntuk melakukan stabilisasi ekonomi yaitu dengan memperkuat sektor keuangan, stabilisasi harga dan memanfaatkan kebijakan fiskal pemerintah.
  2. Keynes yang melihat adanya kenaikan produktifitas disertai dengan kenaikan permintaan tenaga kerja merupakan salah satu hal yang umumnya jarang terjadi karena ketika produksi meningkat maka umunya produsen akan berusaha untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja agar keuntungan yang didapatkan bisa maksimal. Bisa juga penggunaan teknologi tinggi turut meningkatkan produksi usaha tanpa perlu adanya kenaikan tenaga kerja agar lebih efisien.
  1. Soal Pilihan
  1. Proses Privatisasi Krakatau Steel

Privatisasi merupakan kebijakan dari pemerintah untuk mengalihkan kepemilihan badan usaha milih pemerintah kepada pihak swasta. Banyak alasan dilakukannya privatisasi, salah satunya untuk menambah modal usaha. Dengan penambahan modal maka perusahaan bisa melakukan ekspansi usaha, pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas produksi. Melihat usaha privatisasi yang akan dilakukan PT. Krakatau Steel alangkah tepat bila melihat sisi untung rugi yang bila dilakukannya privatisasi. Pertaman, Krakatau Steel sebagai BUMN seharusnya bisa menjadi perusahaan penopang kebutuhan baja nasional. Dalam beberapa tahun terakhir kinerja Krakatau Steel semakin membaik. Bila dilihat dari ajaran Keynesian yang memang membebaskan pasar maka sebenarnya bila tujuan Krakatau Steel untuk menambah volume produksi baja serta melakukan ekspansi usaha mereka agar lebih e. Pihak swasta memang sudah terkenal dengan sistem dan manajemennya yang mengunggulkan kualitas dan pelayanannya yang baik, dan berbeda dengan model badan usaha milik pemerintah dimana manajemennya kurang berdaya saing tinggi serta lemah dalam hal pelayanan. Namun ketika privatisasi yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi produktifitas baja nasional agar negara melakukan impor guna menutupi kekurangan produksi baja nasional tentu ini akan berakibat buruk bagi perekonomian di Indonesia. Selain itu manajemn swasta yang memang dengan mudah melakukan pemecatan apabila pekerjanya tidak sesuai dengan keinginan direksi perusahaannya hal ini berimplikasi pada nasib karyawan yang bekerja di Krakatau Stel dan bisa terjadi pemecatan karyawan besar-besaran.

  1. Persoalan Hutang Luar Negeri

Indonesia memiliki catatan negatif, dan menurut Buku Saku Perkembangan Utang Negara Edisi Oktober 2010, jumlah seluruh utang pemerintah mencapai US$ 185,3 milyar. Bila dirupiahkan dengan kurs Rp 9000/ US dollar, maka utang negara kita mencapai Rp 1.667,70 trilyun. Kemudian jika dibagi lagi dengan jumlah penduduk Indonesia yag sebanyak 237,556 juta jiwa berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, maka setiap penduduk Indonesia memikul utang negara sebesar Rp 7 juta. Sungguh jumlah yang begitu besar. Dan hampir selama 10 tahun terakhir kenaikan hutang kita dari S$122,42 milyar pada tahun 2001 menjadi US$185,3 milyar pada tahun 2010. Selama periode tersebut utang negara bertambah US$ 61,88 milyar atau setara Rp 556,92 trilyun. Sebenarnya kebiasaan hutang ini sudah ada sejak era kepemimpinan Soeharto. Hal ini semakin diperparah dengan adanya reformasi dan terjadinya krisis ekonomi 1998.

Mengenai pendekatan utang luar negeri, Keynesian memilikipendekatan Analysis Gap. Adanya kesenjangan antara tabungan yang berhasil dikumpulkan oleh pemerintah melalui berbagai macam pendapatan nasional dengan kebutuhan dan yang digunakan untuk membiayai investasi baik oleh pihak swasta mapun asing maka diperlukan dan tambahan yang berasal dari dalam maupun luar negeri untuk menutupi kekurangan pembiayaan tersebut. Pembiayaan bisa dilakukan dengan cara pembuatan kebijakan penekanan pengeluaran pemerintah sehingga tabungan akan naik. Namun, jika hal itu masih belum mencukupi, diperlukan alternatif lain yaitu pinjaman luar negeri dan penanaman modal investasi) asing. Sehingga Keynes melihat bahwa sebenarnya tujuan hutang luar negeri adalah untuk melakukan pembangunan dan investasi dalam negeri agar bisa terus berjalan. Tanpa hutang itu, maka investasi domestik akan berhenti karena tidak adnya suntikan dana.

Namun sebenarnya hutang luar negeri lebih banyak memiliki sisi buruknya. Kita menjadi ketergantungan untuk terus berhutang untuk bisa membiayai hutang yang sudah jatuh tempo. Besarnya hutang diperparah dengan bunga yang tinggi menyebabkan hampir sebgain besar APBN kita digunakan untuk mencicil hutang beserta bunganya. Hal ini sebenarnya bisa diperbaiki ketika hutang itu digunakan pemerintah secara maksimal agar bisa meningkatkan produktifitas dalam negeri sehinggga bisa menambah pendapatan negara baik melalui penerimaan pajak, baik itu pajak penghasilan, bea ekspor dan sebagainya. Selain itu dengan peningkatan produktifitas dalam negeri diharapkan mampu menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga beban pengangguran bisa teratasi. Sehingga tujuan berhutang itu memiliki manfaat juga demi kesejahteraan masyaraktnya.

Sumber : dari pelbagai sumber di internet J

Jual Kamus Lengkap

JUAL KAMUS INGGRIS-INDONESIA LENGKAP

One thought on “EKONOMI POLITIK era KLASIK sampai dengan Keynesian dan Analisanya saat ini

  1. Louie says:

    You post interesting articles here. Your page deserves much bigger
    audience. It can go viral if you give it initial boost, i know useful service that can help you, just type in google: svetsern traffic tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s