FILM (indie) BABI BUTA yang INGIN TERBANG

Ini merupakan tugas Kuliah Pengatar Kajian Media pada semester 3 kemarin.

Film yang mengambil setting tahun 1998, dimana ketika itu era Reformasi, runtuhnya masa Orde Baru mengakibatkan banyaknya etnis Cina yang disisihkan dan dianggap bukan sebagai warga negara Indonesia. Kehidupan mereka selalu dipertanyakan apakah mereka pantas tinggal dan hidup di wilayah Indonesia ini. Kemudian ditampilkan pula ada babi hutan yang berada di padang rumput yang luas. Babi itu yang identik dengan orang cina, digambarkan sebagai hewan yang haram bagi umat muslim. Kondisi seperti itu pulalah yang terjadi ketika saat itu. Dimana orang Cina, dianggap sebagai individu yang kotor, sehingga kebanyakan orang membenci mereka. Didalam film ini juga selalu diputar lagu I just call to say I love you dari Stevie Wonder’.’I just call to say I love you, I just call to say how much I care ….’. Lagu itu selalu dinyanyikan oleh Halim serta menjadi backsound dalam beberapa adegan. Lagu ini, tentu mepresentasikan apa isi hati orang Cina saat itu. Bahwa mereka juga mencintai siapa saja, mereka hanya ingin peduli dan dipedulikan juga oleh orang lain. Mereka ingin dianggap sama, dan setara sebagai warga Indonesia bukan sebagai warga lain yang berbeda negara. Pada akhir fil ini, babi yang semula terjerat akhirnya bisa membebaskan dirinya. Disini kita bisa memahami bahwa etnis Cina juga membutuhkan kebebasan untuk diakui keberadaannya serta tidak dibeda-bedakan.

Kemudian juga ada gambaran tentang tokoh pria di film tersebut.

Persepsi pria keturunan etnis Cina dalam film tersebut. Pertama dalam tokoh Halim (Pong Harjatmo). Disana dia sangat menginginkan diakui sebagai warga negara Indonesia sendiri. Dia sampai rela menyilet matanya hingga buta agar salah satu identitas ‘kecinaannya’ hilang yaitu mata yang sipit. Kemudian, setelah itu dia rela masuk Islam, hingga akhirnya kembali menikahi seorang gadis Jawa, Salma (Andhara Early). Kemudian Salma meminta bantuan Yahya, seorang pebisnis agar bisa lolos mengikuti ajang Planet Idol. Yahya menyanggupi dengan syarat Halim mau digauli oleh dia dan pasangan gay-nya, Helmi seorang militer. Adegan ini memperlihatkan bahwa ketika masa itu, ada ‘akal-akalan’ dari pebisnis dan kalangan militer untuk mempermainkan etnis Cina.

Kemudian ada Cahyono. Dia adalah orang Manado yang ingin menjadi Jepang. Dia mencirikan dirinya dengan cara berpakaian pakaian ala softball khas orang Jepang. Hal ini dikarenakan ketika dia kecil seringkali dianggap sebagai orang Cina apalagi dia berteman dengan Linda, keturunan Cina. Sehingga, ketika anak-anak dia dipukuli dan dipanggili,”Babi, babi, cino, cino”. Suatu hari, Cahyono kecil ditanyai oleh Linda kecil,“Kalau besar kamu mau jadi apa”. Cahyono menjawab,”Apa aja deh asal bukan Cina.”

Terlihat sekali bahwa etnis Cina pada waktu itu sangatlah menderita. Sampai-sampai Cahyono yang hanya memiliki tipikal wajah orang Cina padahal dia bukanlah orang Cina menjadi korban pada waktu itu. Kemudian orang tua Cahyono memindahkan sekolahnya, agar Cahyono tidak lagi bergaul dengan Linda. Ketika dewasa, Cahyono dewasa bekerja sebagai editor acara televisi. Disana dia kembali menemukan Linda (Ladya Cheryl) di sebuah acara reality show yang menayangkan Linda yang memakan petasan. Cahyono dewasa ketika itu sedang membuat acara perayaan 10 tahun setelah reformasi. Disana Cahyono sedang mengedit adegan mahasiswa sedang berunjuk rasa, kemudian dia menambahkan backsound lagu I just call to say I love you dari Stevie Wonder’.’I just call to say I love you, I just call to say how much I care ….’.

Tokoh pria yang lain adalah Kakek dari Linda. Kakenya ini dipanggil Opa. Dulu ketika disekolah dia biasa dipanggil Bernadus, kemudian Opa yang memiliki nama Cina, Wie Gian Tik ini merubah namanya menjadi Jawa, yaitu Suswino Wijanarto. Kakeknya menikamti sisa-sisa hidupnya dengan bermain bilyard bersama teman-teman Jawanya.

Ada pula tokoh pendeta yang muncul dalam adegan memberikan ceramaah keagamaannya. Disana ada beberapa dialog seperti;”Saudara-saudara hari ini kita berkumpul dalam kasih Tuhan. Disini kita bertetangga dan bersaudara.” Dan juga,” Siapakah saudaramua, menjadi sesama yang baik, bagi sesamanya.” Pendeta itu ingin memberikan pesan, entah itu kepada orang Jawa, Cina, Islam, Kristen dan siapapun adalah bersaudara. Dan terhadap mereka pula kita harus bersikap baik dan tidak membeda-bedakannya.

Terima Kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s