Film CI(t)NA

Ini juga merupakan tugas Pengantar Kajian Media, mengenai film Indie CI(t)NA yang dibuat oleh anak-anak IKJ (Institut Kesenian Jakarta).

Berbeda dengan film Babi Buta yang Ingin Terbang, Film CINtA ini lebih fokus membahas masalah percintaan beda agama. Tokoh utama dalam film ini adalah A Su (Ferdy Solaiman). Adegan pembuka ketika sedang A Su melihat buku Islam dan pada bagian hal-hal yang najis. Salah satu yang najis adalah Babi dan Anjing. Anjing dalam bahasa jawa memiliki sebutan asu. Pengucapannya sama seperti namanya. Kemudian dia merasa bahwa menjadi orang Cina itu gampang-gampang susah. Gampang ketika dia tidak mau lagi peduli dengan yang terjadi disekitarnya. Tetapi menjadi sangat susah ketika dia mencintai orang dengan berbeda ras dan agama. Dia mencintai Siti (Titi Sjuman), seorang keturunan Jawa beragama Islam. Tetapi Papa A Su (Hengky Solaiman) tidak setuju kalau A Su bergaul dengan fanpo, sebutan bagi warga pribumi. Dia bahkan memasang foto A Su dalam tempat pemujaan bagi orang yang sudah meninggal karena dianggap A Su menjadi anak yang tidak mau menuruti kemauan Papanya dan durhaka. “Papa nggak mau punya anak yang mau kawin sama orang-orang yang bikin Mama lu mati. Kalau kamu pergi dengan fanpo, mendingan Papa mati,”ujar Papanya. Meskipun pada awalnya A Su menuruti kemauan Papanya dia berubah ketika dia tahu bahwa Siti telah dijodohkan dengan orang lain. Dia menuju ke rumah Siti dan mengucapkan kalimat syahadat secara keras dan berulang-ulang. Tetapi kedua orang tua Siti mencegah Siti keluar bahkan Ayah Siti menegur A Su bahwa dia tidak bisa menjadi muslim karena dia hanya dipenuhi nafsu saja.

Ada beberapa adegan yang menggambarkan bahwa saat ini pun etnis keturunan Cina masih menjadi kaum minoritas disini. Seperti ketika A Su sedang mengejar Siti dan melewati gerombolan anak kecil, anak-anak kecil itu sambil bernyanyi-nyanyi,” Chokin, guk guk guk! kemari guk guk guk! ayo lari-lari.” Kemudian ketika Abdul (Mahdub Wibowo), pembantu dirumah kelaurga A Su menegurnya,”Ini anak sudah reformasi masih aja kayak gitu.” Anak-anak itu malah balas menjawab,”Mau reformasi mau enggak kek tetap aja Chokin (Cina).”

Terlihat sekali bahwa meski sudah era reformasi orang Cina tetap dipandang sebagai orang Cina, dan dianggap sebagai keturunan asing bukan sebagai bagian dari penduduk Indonesia.

Kemudian ketika A Su ditolak oleh keluarga Siti, kemudian menemuinya A Su bertanya,”Kalau menurut kamu aku ini apa, ti. Cina atau apa ?”. Siti menjawab,”Kamu tetap …. A Su”. Dalam konteks ini menunjukkan bahwa A Su memang berarti namanya tetapi bisa juga menunjukkan bahwa A Su dalam bahasa jawa yang menunjukkan asu (anjing) yang berarti dia tetap menjadi seseorang yang dianggap najis dan kotor.

Karakter A Su di sini cenderung pribadi yang pendiam, introvert, tapi dia akan berusaha apa pun untuk mendapatkan yang dia inginkan. Sebenarnya dia anak yang penurut kepada orang tua, terlihat ketika ada dialog,” Saya menjalankan apa yang semestinya saya lakukan, menjadi anak yang berbakti pada orangtua dan tradisi. Lalu melupakannya (Siti).” Terlihat sekali bahwa A Su seperti kebanyakan anak yang memang menuruti orang tua dan ingin orang tuanya bahagia.

Ada juga dialog,”Hidup kita ditentukan oleh apa yang sudah digariskan, itu salah karena hidup kita adalah pilihan apa yang sudah kita ambil.” Karena itu meskipun dia sudah meminta maaf kepada Papanya tetapi dia masih mencoba menemui Siti, dan malahan dia membaca dua kalimat syahadat.

Dari penggambaran dua film indie diatas, bahwa pria Tionghoa sejak zaman Orde Baru, Reformasi hingga sekarang acapkali masih menjadi minoritas ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Mereka masih belum menjadi bagian dari warga negara Indonesia padahal status mereka sama-sama sebagai manusia. Oleh karena itu mulai sekarang kita harus menghargai mereka sebagai manusia yang sama-sama menempati wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s