GNOMEO AND JULIET

Senin (4/4) kemaren nonton film GNOMEO and JULIET.
Sebenernya udah niat nonton sama anak-anak cuma masih belum nemuin waktu yang tepat, akhirnya hari Senin itu bisa nonton. Yah, meski ndadak banget sebenernya. Kita nonton di XXI Galaxy Mall, Surabaya. Sebelumnya, aku udah liat artikel film ini di majalah CINEMAGZ makanya aku harusm nonton film ini (padahal gak ada yang maksa). Yah, meski gak bisa nonton sama bebek tapi gak apa deh, tetep lucu dan asyik kok filmnya.

Kisahnya persis dengan film lawas Romeo and Juliete yang fenomenal itu. Diawali dari ada keluarga gnome yang bersebelahan di sebuah kompleks perumahan. Gnome disini tak kira sama dengan gnome atau jembalang kayak di film Harry Potter yang mirip dengan kutu atau hama di kebun. Namun, gnome disini lebih mirip kaya miniatur-miniatur hiasan yang mirip boneka-boneka dari keramik yang biasa di teras rumah.

Ada keluarga gnome besar, yaitu merah dan biru. Mereka bermusuhan mirip dengan majikan rumah mereka. Singkat cerita, ada gnomeo dari keluarga gnome biru (Gnomeo) jatuh cinta dengan Juliet dari keluarga gnome merah. Drama-animasi ini menurut saya lumayan (nilai 73-an) untuk hiburan dikala kita bosan dengan film-film Indonesia dan sebel karena film-film laris mancanegara tak kunjung masuk ke Tanah Air akibat kasus distribusi dan pajak film luar negeri.

Ceritanya memang biasa dan boleh dibilang (nyaris) basi, namun tokoh-tokoh yang mewarnai gnomeo dan juliet itulah yang kocak dan membuat kita bakalan terpingkal-pingkal dari awal sampai akhir dengan akting-akting makhluk mirip liliput ini. Durasinya juga singkat, cuma sekitar 1,5 jam. Rada sayang, hehe bayar penuh tapi film nggak sampai 2 jam (seperti film-film pada umumnya). Diluar film ini memang diputar bertepatan dengan Februari yang katanya bulan penuh cinta. Namun, menurut saya, kapan aja film ini pantas buat ditonton karena tema kasih sayang dan pertentangan keluarga besar yang universal.

Masalah ideologi (terkait kuliah pengantar kajian media pada semester lalu) terlihat bahwa cinta yang berbeda, ternyata memiliki rintangan, khusunsya berasal dari keluarga dekat kita. Orang dewasa (atau tua, tepatnya) seringkali bertindak semena-mena namun setelah mereka tahu akibatnya mereka akan sadar juga. Sosok yang jahat juga pasti akan kalah, dan yang menang tentu saja tokoh utama yang digambarkan memiliki sifat baik. Bahwa mitos Romeo and Juliete yang harus mati karena cinta terlarang ternyata tidak berlaku di film ini, karena Gnomeo dengan Juliet bisa hidup bersama. Yang penting juga, hati-hati siapa tahu ternyata benda-benda koleksi kita dirumah bisa hidup dan membuat rumah kita berantakan.
Hahaha, pokoknya film wajib tonton dan djadikan koleksi film di rumah kita.

Saya sendiri, jujur tidak bosan dengan film ini karena soundtracknya jga bags-bagus didominasi lagu milik Elton John. Film yang layak tonton dan bagus untuk menghapus stres.

2 thoughts on “GNOMEO AND JULIET

  1. NafnganEf says:

    ada resensi film lain pik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s